MATERI TKJ KELAS 111

Pada tingkat ini, siswa mulai memahami bagaimana sebuah server bekerja dan bagaimana sebuah jaringan bisa dilayani oleh sebuah sistem terpusat. Administrasi Sistem Jaringan memperkenalkan cara kerja server mulai dari proses instalasi sistem operasi server, pengelolaan user, serta pengaturan layanan jaringan. Di sini siswa belajar mengenali perbedaan antara server Linux dan Windows Server, memahami kelebihan masing-masing, dan mempelajari cara menginstalnya dari awal. Setelah itu, siswa mulai memahami bagaimana membuat akun pengguna, membatasi hak akses, mengatur direktori, serta menjaga keamanan sistem. Server kemudian dikonfigurasi agar dapat memberikan layanan penting seperti DHCP untuk memberikan IP otomatis, DNS sebagai penerjemah nama domain, serta layanan web atau file sharing. Pada tahap ini siswa mulai terbiasa bekerja dengan terminal, command line, serta memahami log sistem untuk memastikan server berjalan stabil.

Materi ini menjelaskan bagaimana jaringan dibangun secara fisik di sekolah, kantor, atau gedung besar. Siswa mulai memahami konsep perencanaan jaringan, termasuk bagaimana menentukan kebutuhan kabel, memilih perangkat jaringan, hingga menentukan letak router, switch, dan access point. Infrastruktur jaringan juga mengajarkan teknik pengkabelan mulai dari membuat kabel UTP, menentukan standar koneksi T568A atau T568B, hingga pemasangan patch panel dan wall jack. Siswa belajar mengenali jenis kabel seperti Cat5e, Cat6, dan fiber optik beserta kelebihan dan kekurangannya. Pada tahap ini siswa juga diajarkan pentingnya dokumentasi jaringan seperti peta jaringan, tabel IP Address, dan pencatatan perangkat agar jaringan mudah dikelola dan diperbaiki saat terjadi kerusakan.

Pada materi ini siswa memperdalam pemahaman tentang IP Address dan subnetting. Jika sebelumnya hanya mengenal kelas IP dan subnet sederhana, di kelas 11 siswa mulai mempelajari teknik pembagian jaringan yang lebih efisien seperti VLSM dan CIDR. Pemahaman ini sangat penting untuk membangun jaringan besar dan membaginya menjadi beberapa segmen yang aman dan hemat IP. Setelah memahami subnetting, siswa belajar routing. Routing merupakan proses menghubungkan beberapa jaringan agar dapat saling berkomunikasi. Siswa belajar routing statis, yaitu menentukan jalur secara manual, lalu diperkenalkan pada routing dinamis sebagai gambaran jaringan perusahaan besar. Materi ini biasanya dipraktikkan menggunakan perangkat Cisco atau simulator seperti Cisco Packet Tracer.

Switching lanjutan fokus pada bagaimana switch profesional bekerja. Siswa belajar bagaimana VLAN digunakan untuk membagi jaringan secara logis agar lebih aman dan terkelola. Dengan VLAN, satu gedung bisa memiliki beberapa jaringan berbeda tanpa harus menggunakan banyak perangkat fisik. Siswa belajar konfigurasi VLAN, trunking, serta inter-VLAN routing. VLAN juga sering digunakan untuk memisahkan jaringan guru, siswa, tamu, dan server agar lebih aman. Dalam latihan, siswa menggunakan switch managed dan mencoba membuat beberapa VLAN serta menghubungkannya agar tetap dapat saling berkomunikasi melalui router.

Pada tahap ini siswa semakin akrab dengan Linux sebagai sistem operasi server. Mereka belajar menjalankan berbagai perintah terminal untuk mengelola file, membuat direktori, mengatur hak akses, dan menginstal layanan server. Linux menjadi dasar karena stabil, aman, dan digunakan secara luas di dunia industri. Siswa mempelajari bagaimana mengatur IP statis, mengatur DNS, mengelola service menggunakan systemctl, serta memahami struktur direktori Linux. Layanan-layanan seperti Apache atau Nginx, ProFTPD, OpenSSH, DHCP Server, dan Samba menjadi fokus utama. Siswa juga diperkenalkan bagaimana membaca log di /var/log agar dapat memecahkan masalah secara cepat.

Materi ini berfokus pada perangkat jaringan profesional. Mikrotik banyak dipakai di Indonesia, sementara Cisco digunakan di perusahaan besar. Pada Mikrotik, siswa belajar mengonfigurasi IP Address, DHCP Server, Firewall, NAT, manajemen bandwidth, dan hotspot. Mereka juga belajar memecahkan masalah menggunakan tools Mikrotik seperti Torch dan Log. Pada Cisco, siswa belajar menggunakan CLI untuk mengonfigurasi router dan switch, membuat routing, mengatur VLAN, serta melakukan troubleshooting. Penguasaan Mikrotik dan Cisco sangat penting karena kedua perangkat ini digunakan dalam dunia kerja nyata.

Keamanan jaringan menjadi materi penting karena banyak ancaman yang bisa menyerang jaringan seperti malware, ransomware, serangan DDoS, ARP spoofing, dan sniffing. Siswa belajar memahami cara kerja ancaman tersebut dan bagaimana mencegahnya. Firewall menjadi alat paling utama dalam melindungi jaringan, diikuti konfigurasi keamanan pada router, access point, serta server. Siswa juga mempelajari enkripsi pada jaringan Wi-Fi, isolasi client, manajemen password, dan bagaimana melindungi server Linux agar tidak mudah diretas. Setelah memahami dasar-dasarnya, siswa diajak untuk melakukan simulasi serangan dan perlindungan agar dapat mengerti cara kerja keamanan di dunia nyata.
